Jumat, 01 Maret 2013

9I20 NOVIA ANDRIYANI

 Cerita Motivasi Untuk Bisa Sukses

Cerita Motivasi Untuk Bisa Sukses tentunya menjadi suatu hal penting yang harus di baca karena di dalam cerita ini kita bisa lebih termotivasi lagi dalam menjalankan hidup terutama dalam melakukan pekerjaan yang dimana hal tersebut di lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup hingga akhirnya menjadi sukses.

istilah kata Sukses menurut beberapa teman saya mempunyai artian yang sangat umum jadi dalam artikel ini saya akan mengambil sepenggalan cerita dari seorang pengusaha terkenal untuk kita jadikan sebagai motivasi kita dalam meraih kesuksesan di bidang ekonomi. pengusaha sukses dan terkenal ini tentunya anda pernah mendengar  namanya, kita sebut saja dia om bob sadino.

om bob merupakan salah satu dari banyaknya pengusaha yang sukses khususnya di tanah air ini, hal yang membuat saya menarik akan beliau ialah dengan caranya merintis usaha dari 0 yang dipenuhi dengan kegagalan dan juga keterpurukan namun sekarang dia tersenyum lebar berdiri di atas tumpukan kegagalan yang pernah dulu dia alami.

cerita motivasi

tanpa banyak basa basi lagi silahkan anda simak sendiri rangkuman cerita om bob sadino yang dimana telah meraih kesuksesan. cerita yang di ambil hanyalah sedikit dari banyaknya hal penting yang di sampaikan beliau, karena jika semuanya saya yakin tidak akan beres hanya dalam satu artikel saja.

Bob Sadino (lahir di Lampung, 9 Maret 1933; umur 79 tahun), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya.

Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.

Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Suatu hari, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresinya. Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri. Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang. Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Selain memperkenalkan telur ayam negeri, ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar