Sabtu, 02 Maret 2013

Presiden SBY Bertolak ke Jerman

Presiden SBY Bertolak ke Jerman

9B 06 ASEP SAEFULLOH
 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertolak menuju Jerman dan Hungaria, Minggu (3/3/2013), untuk melakukan kunjungan kerja. Kepala Negara didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta pukul 08.00 WIB. Sejumlah menteri yang mendampingi Presiden, antara lain Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsuddin, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan sejumlah pejabat lainnya. Sebelumnya, Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan, kunjungan kerja ini merupakan salah satu upaya meningkatkan hubungan kedua negara.

"Selama kunjungan ke Jerman, Presiden akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Federal Jerman dan Kanselir Republik Federal Jerman Angela Merkel. Kedua pertemuan bilateral tersebut akan membahas tindak lanjut kemitraan komprehensif yang diluncurkan oleh Presiden dan Kanselir Jerman di Jakarta, pada 10 Juli 2012," katanya.

Ia menambahkan, akan dibahas pula prioritas kerja sama di bidang ekonomi (perdagangan, investasi, dan pembangunan), kesehatan, pendidikan, riset dan teknologi, serta industri pertahanan.Selain itu, juga kerja sama terkait ketahanan pangan, ketahanan energi, dan transportasi. Dalam kesempatan pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman akan diumumkan tokoh-tokoh dari kedua negara yang akan menjadi anggota Indonesia-German Advisory Group (IGAG).

"Presiden juga akan menerima kunjungan kehormatan mantan Presiden Jerman Dr Horst Köhler, Menlu Jerman Y M Dr Guido Westerwelle, dan Wali Kota Berlin Y M Herr Klaus Wowereit," jelas Faizasyah.

Selama berada di Jerman, Presiden dijadwalkan akan membuka Pameran Pariwisata Internasional ITB (International Tourism Bourse) bersama Kanselir Jerman. Indonesia akan menjadi negara mitra dalam pameran tersebut. Selain itu, Presiden akan menghadiri forum bisnis dan bertatap muka dengan beberapa CEO perusahaan terkemuka Jerman. Presiden juga akan bertemu dengan komunitas diaspora Indonesia, kata Faizasyah.

Ke Hungaria


Sementara itu, kunjungan kerja di Hungaria akan berlangsung mulai 5-8 Maret 2013.  Dalam kunjungan ini, Presiden dijadwalkan akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Hungaria. Kesempatan pertemuan bilateral tersebut akan dimanfaatkan untuk membahas upaya-upaya peningkatan hubungan bilateral di berbagai bidang, terutama ekonomi.

Presiden juga dijadwalkan untuk menyaksikan penandatanganan kesepakatan kerja sama pelatihan diplomatik antarkementerian luar negeri kedua negara. Presiden juga akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán.

"Di Budapest, Presiden juga akan bertemu dengan sejumlah CEO perusahaan terkemuka Hungaria yang memiliki rencana berinvestasi di Indonesia. Pertemuan ini diharapkan dapat semakin memperkuat minat mereka untuk berinvestasi," kata Faizasyah.

Ia memaparkan, kunjungan kerja Kepala Negara ke Jerman dan Hungaria merupakan salah satu upaya untuk terus meningkatkan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan antara Indonesia dengan negara-negara tersebut.

"Kunjungan Presiden ke Jerman tujuh bulan setelah kunjungan Kanselir Merkel ke Indonesia mencerminkan arti penting kemitraan bilateral di antara kedua negara. Diharapkan, intensitas saling kunjung pada tingkatan tertinggi ini akan memastikan implementasi secara menyeluruh kesepakatan kemitraan kedua negara di berbagai bidang," paparnya.

Adapun kunjungan Presiden ke Hungaria, kata Faizasyah, diharapkan dapat merevitalisasi hubungan bilateral Indonesia dengan salah satu negara kunci di Eropa Tengah dan Timur. Apalagi, kunjungan Presiden Indonesia ke Hungaria terakhir oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2002.

"Selain itu, Indonesia menilai penting posisi strategis Hungaria sebagai pintu masuk kepentingan ekonomi Indonesia di negara-negara kawasan Eropa Timur dan Tengah," kata Faizasyah.

Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 9 Maret 2013.      

SUMBER:KOMPAS.COM

0 komentar:

Poskan Komentar