Jumat, 01 Maret 2013

Mengintip Isi 'Dapur' BNN Tempat Raffi Ahmad Direhabilitasi



 9h17IKROM
Lido - Badan Narkotika Nasional (BNN) memiliki tempat khusus untuk merehabilitasi pecandu narkoba, di Lido, Bogor, Jawa Barat. Berbagai macam kegiatan dilakukan peserta rehab di tempat yang berdiri sejak 2007 ini, termasuk artis Raffi Ahmad.

"Di sini menurut saya cukup banyak kegiatan, sejenak kita belajar untuk melupakan keinginan mengonsumsi narkoba. Banyak sekali keterampilan yang diajarkan," kata Kepala BNN, Komjen Anang Iskandar, di Lido, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/3/2013). Anang mengajak wartawan untuk meninjau lokasi ini.

Lokasi tempat rehabilitasi ini terletak di Jalan Raya Bogor Sukabumi, Desa cijeruk atau Desa Wates, Lido, Bogor, Jawa Barat. Luasnya sekitar 11,5 hektare dengan suguhan pemandangan dari asrinya Gunung Salak dan Danau Lido. Suasananya tenang dan angin bertiup semilir.

Fasilitas yang diperuntukan bagi para peserta rehab antara lain asrama, gedung olahraga, rumah ibadah, serta berbagai sarana dan prasarana untuk mengembangkan keterampilan.

Saat Anang berkunjung, ada beberapa peserta rehab yang tengah belajar melakukan kerajinan tangan. Di antaranya membuat bingkai foto dari koran, melukis diatas sepatu dan gelas, serta ada yang memainkan alat musik gamelan. Keterampilan lain juga ada, yaitu di bidang broadcasting seperti studio dan radio, TV, dan studio musik.

Kepala UPT Terapi dan Rehabilitasi, Yunis Farida mengatakan, kapasitas tampung maksimal di pusat rehabilitasi Lido ini sekitar 750 orang (residence). Namun, saat ini tengah dibina sekitar 450 peserta.

"Kita sistemnya harian, setiap hari kita menerima dan mengeluarkan residence. Maksimal setiap residence 6 bulan. Biayanya gratis," ungkap Yunis.

Yunis menjelaskan selama 6 bulan dibina, 1 bulan pertama peserta akan menjalani program detoksifikasi, 5 bulan berikutnya adalah rehabilitasi sosial. Biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk masing-masing peserta sekitar Rp 3,3 juta. Hal tersebut untuk biaya sehari-hari dan biaya program detoksifikasi sendiri.

Setiap 5 hingga 8 orang peserta, akan dibimbing oleh 1 konselor. Konselor ini berasal dari mereka yang dulu pernah menjalani program yang sama.

Yunis menuturkan, program rehabilitasi ini bukan tanpa hambatan. Ada saja peserta yang kabur karena merasa dipaksa untuk mengikuti program ini.

"Hambatannya, mereka yang dibawa kesini kebanyakan karena keterpaksaan, meskipun ada yang volunteer (sukarela). Mereka yang terpaksa itu banyak yang mencoba kabur, tapi kadang dikembalikan kesini oleh keluarganya," ujar Yunis.

Bagaimana dengan Raffi? Kegiatan presenter Dahsyat itu tak jauh berbeda dengan peserta lainnya. "Ada recreation hour, itu mau ikut atau nggak bebas. Biasanya Raffi olah raga, dia main futsal," kata Kabid Pelayanan Sosial, Yuki Ruchimat.

(rna/mad)

SUMBER : DETIK

0 komentar:

Poskan Komentar