Jumat, 01 Maret 2013

RSCM Bertekad Jadi RS Rujukan di Asia Pasifik

DENI LIFTIANAH 
9E10

RSCM Bertekad Jadi RS Rujukan di Asia Pasifik
JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk meningkatkan kualitas standar mutu pelayanan rumah sakit, pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) tengah membuat program urban health program. Program ini dibuat agar proses rujukan bisa berjalan dengan baik. Melihat dari Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, dalam upaya peningkatan mutu pelayanan, rumah sakit wajib menaikkan mutu pelayanan dalam 3 tahun sekali.
"Kami ingin menjadi rumah sakit pendidikan dan rujukan di Asia Pasifik," kata Direktur Utama RSCM, CH Soejono, Jumat (1/3/2013).
Proses peningkatan mutu pelayanan itu mencakup tiga hal, yaitu standar sumber daya manusia yang mencakup kompetensi, dokter atau suster harus mempunyai standar yang mumpuni. Kedua, standar alat. Alat harus terjamin aman buat pasien, lalu alat-alat medis itu juga perlu pemeliharaan dan kalbrasi.
Terakhir, standar prosedur medik dan administrasi. Selain itu, program ini bertujuan agar proses rujukan bisa berjalan dengan baik. Jadi, di sini para dokter-dokter dari RSCM dapat mendampingi dokter puskesmas agar dokter-dokter yang ada di puskesmas bisa belajar sehingga puskesmas-puskesmas tidak perlu lagi merujuk pasien yang sebenarnya bisa ditangani di puskesmas. Sementara rumah sakit akan mengurus pasien dengan penyakit yang lebih serius.
"Misalnya, penyakit kencing manis atau sakit sendi yang bisa dikendalikan dengan obat sederhana, mengapa tidak ke puskesmas, biar RS menangani kasus yang lebih serius. Nanti juga ada konsultasi juga dengan dokter puskesmas. Dengan berjalannya waktu, dokter puskesmas jadi lebih pintar," ujar Soejono di RSCM Kirana.
Saat ini, RSCM sudah lulus akreditasi nasional pada Juli 2011 dan akreditasi internasional pada Desember 2012. "Akreditasi itu sebenarnya buat pasien karena benefitnya buat pasien," kata Soejono.

Sumber :  kompas.com

0 komentar:

Poskan Komentar