Jumat, 01 Maret 2013

Masterplan Tanggul Raksasa Masih Disusun

9I08 DONNA AMBARSARI
 
Masterplan Tanggul Raksasa Masih Disusun

Masterplan Tanggul Raksasa Masih Disusun  
KOMPAS/LASTI KURNIA Ilustrasi : Ukat dan suaminya terguling dari motor bersama barang dagangan warung mereka yang baru dibeli, saat melintas di Jalan Gunung Sahari menuju Ancol, Jakarta yang tergenang hingga hampir setinggi ban motor, Selasa (15/2/2011). Selain akibat pasang air laut atau banjir rob, genangan juga diakibatkan hujan yang selama dua hari mengguyur Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait rencana pembangunan giant sea wall atau tanggul raksasa yang berfungsi untuk menanggulanggi banjir rob di Jakarta Utara, hingga saat ini masih disusun masterplan pembangunannya.
Tahapannya memang begitu. Setelah dilakukan semacam studi dan kajian, kami menyusun masterplannya
-- Gubernur Fauzi Bowo
"Tahapannya memang begitu. Setelah dilakukan semacam studi dan kajian, kami menyusun masterplannya," kata Gubernur DKI Fauzi Bowo di Balai Kota DKI, Jumat (8/7/2011).
Untuk menyelesaikan masterplan tersebut dibutuhkan waktu yang panjang. Foke--sapaan Fauzi Bowo--mengatakan, semua planning terkait perencanaan harus didalami dan dihitung kemudian dibuat model simulasi yang lebih rinci dari simulasi komputer yang telah dibuat.
"Semuanya nanti akan tertuang di dalam masterplan final," ungkap Foke.
Rencana pembangunan tanggul raksasa itu berdasarkan kajian mengenai apa yang akan terjadi di Jakarta jika penurunan tanah dan peningkatan air laut dalam jangka waktu 50-100 tahun ke depan.
"Itu inti kajiannya. Kemudian keluar usulan tentang sistem polder yang disempurnakan. Sekarang sudah ada sistem poldernya tapi perlu disempurnakan," tutur Foke.
Untuk memiliki sistem polder yang sempurna diperlukan tempat parkir air yang luasnya 50 km2. Kemungkinan terbuka adalah membangun polder tersebut di Teluk Jakarta.
Seperti diberitakan, Pemerintah Provinsi DKI mendapatkan bantuan dari Kerajaan Belanda untuk membuat masterplan tanggul raksasa di pantai Jakarta. Tanggul raksasa di Teluk Jakarta itu nantinya akan memberikan perlindungan secara struktural.
Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan masterplan sendiri ditaksir hingga empat juta Euro atau setara dengan Rp 48 miliar. Pembuatan masterplan pun akan memakan waktu selama 1,5 tahun. Sedangkan, pembangunan tanggul raksasanya akan memakan waktu jauh lebih lama, yaitu 10-20 tahun. 


sumber : kompas.com

0 komentar:

Poskan Komentar