Selasa, 26 Februari 2013

Tiga Polisi Diduga Terlibat Penyimpanan 8 Kotak Suara



109iELAWATI
Tiga Polisi Diduga Terlibat Penyimpanan 8 Kotak Suara
Tiga Polisi Diduga Terlibat Penyimpanan 8 Kotak Suara

KOMPAS.com/ Kiki Andi Pati
sebanyak 8 kotak suara pilkada Konawe berhasil diamankan warga di polres setempat, setelah kedapatan disimpan di rumah ketua PPK Asinua

TERKAIT:
KENDARI, KOMPAS.com -- Tiga anggota polisi di jajaran Polres Konawe diduga membekingi kasus penyimpanan delapan kotak suara di rumah ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Asinua, Mulyadin. Ketiga oknum anggota polisi itu yakni Ipda SD, Briptu HJ dan Briptu PJ.
Informasi yang dihimpun Kompas.com, kotak suara ditemukan warga dan tim sukses salah satu pasangan calon di rumah PPK Asinua dalam kondisi tidak tersegel. Bahkan satu kotak suara didapati sudah terbuka dan tidak memiliki lagi surat suara.
Dugaan itu dikuatkan dengan kendaraan jenis Avanza milik Ipda SD digunakan untuk mengangkut delapan kotak suara menuju rumah Mulyadin yang juga Sekretaris Lurah Andabia, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe. Kotak itu diangkut setelah pleno perhitungan suara dilakukan di tingkat kecamatan, Senin (25/2/2013).
Kapolres Konawe AKBP Andi Anugrah membenarkan keterlibatan tiga oknum polisi dalam kasus kecurangan Pilkada Konawe itu. Ia menjelaskan, ketiganya sudah diamankan dan diperiksa di Propam Polda Sultra.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap ketiga oknum polisi diserahkan kepada Polda untuk menghindari tudingan melindungi anggota polisi tersebut.
"Tiga anggota kami sudah diserahkan ke Propam Polda Sultra. Keterlibatan mereka yang bertugas pengendali dan pengawasan pengawalan kotak suara, sekaligus kendaraannya digunakan mengangkut delapan kotak suara itu," tegas Andi di Mapolres Konawe, Selasa (26/2/2013).
Andi menyatakan, jika ketiganya terbukti melanggar, maka akan dikenakan sanksi disiplin karena tidak mematuhi perintah atasannya. "Tidak langsung dipecat karena pelanggarannya hanya pelanggaran displin," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Asinua, Mulyadin diduga melakukan kecurangan pada proses pilkada di daerah itu. Puluhan warga dan beberapa anggota tim sukses pasangan calon Bupati Konawe, Senin malam menggerebek rumah Mulyadin, dan menemukan delapan kotak suara di rumanhya.
Selanjutnya, delapan kotak suara itu, diamankan polisi dan dibawa ke Polres Konawe untuk dijadikan barang bukti terkait dugaan kecurangan dalam pilkada.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sultra, AKBP Abdul Karim Samandi mengaku, pihaknya masih memeriksa tiga anggota polisi yang mengawal kotak suara.
"Saat ini tiga anggota polisi diperiksa di kantor Polda untuk dimintai keterangan dan klarifikasi kenapa sampai kotak suara itu ada di rumah ketua PPK. Ketua PPK Asinua juga diperiksa terkait masalah itu, tapi di kantor Polres Konawe oleh Panwas," kata Karim.
Pilkada Konawe yang digelar Minggu (24/2/2013) diikuti oleh delapan pasangan calon. Empat pasangan berasal dari dukungan partai politik dan dua pasangan dari jalur independen.
Editor :
Farid Assifa

0 komentar:

Posting Komentar