Senin, 04 Februari 2013

Suap Daging PKS, Gerindra: Konspirasi yang Gagal

 MUSLIKHA 21 9A

Suap Daging PKS, Gerindra: Konspirasi yang Ga gal

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. (Liputan6.com/Abdul Aziz Prastowo)
Liputan6.com, Jakarta : Ada konspirasi mengambil uang negara yang gagal, dalam kasus impor daging ke Indonesia yang menjerat mantan Presiden Partai Keadilan Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq.

"Ya tentunya ada konspirasi, yakni konspirasi mengambil uang negara. Tapi gagal, karena itu ditangkap KPK," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di sela-sela penutupan Rakernas Tunas Indonesia Raya (Tidar) Gerindra ke-II di Kantor DPP Gerindra, Jakarta, Minggu (3/2/2013).

Menurut Fadli, tak ada unsur konspirasi lain di luar tujuan untuk mengambil uang negara dari peristiwa tersebut. "Saya kira terlalu jauh, apalagi ada konspirasi Amerika dan zionis Yahudi. Saya kira itu kejauhan," ujar Fadli.

Fadli menilai, kasus korupsi yang menimpa partai politik itu memperburuk citra politisi. Yang pada akhirnya mencoreng nama partai politiknya.

"Karena partai politik itu alat. Makanya yang harus kita lihat politisinya. Karena sebetulnya, parpol itu wadah demokrasi. Hanya karena ulah politisi, akhirnya parpol ikut terbawa," jelas dia.

Serupa dengan pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Aryo Djojokusumo. Kasus-kasus korupsi tak akan terjadi jika para elite partai level atas, memberikan contoh teladan yang baik. "Korupsi-korupsi itu bisa ditekan kalau pemimpin-pemimpinnya memberi teladan yang baik," tutur Aryo.

Aryo yang juga Ketua Umum Tidar Gerindra mengatakan, untuk itu perekrutan kader Gerindra dilakukan dengan mekanisme yang selektif dan ketat. Terutama untuk calon legislatif.

"Jujur saja Tidar lambat berkembangnya karena kita susah mencari anak-anak muda yang mau bekerja dan bersih. Karena kita harus mempertahankan rekor sebagai satu-satunya partai yang tidak pernah terlibat kasus korupsi," ucap Aryo.

Sebelumnya, usai terpilih menjadi Presiden baru PKS, Anis Matta menegaskan akan memulai lembaran baru partai dengan melakukan pertobatan nasional. Menurut Anis, tudingan kasus suap impor daging yang diduga melibatkan Luthfi adalah konspirasi yang berusaha menghancurkan PKS.

"Ini adalah motif tirani yang bertujuan untuk menghancurkan partai kita. Karena itu, kita akan menggunakan hak melawan setiap tirani," imbuh Anis.

Luthfi Hasan ditetapkan sebagai tersangka kasus suap impor daging. Sekarang ia ditahan di Rumah Tahanan Guntur, Jakarta Selatan dan berbagi sel tahanan dengan Djoko Susilo, tersangka kasus korupsi pengadaan alat Simulator SIM.(Tys/Ais)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar