Rabu, 27 Februari 2013

Polisi Tes DNA Jasad Bocah di Semanggi

9D KAROMATUL YUSRO
JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak kepolisian sudah menerima laporan salah satu keluarga di Penjaringan, Jakarta Utara, terkait penemuan jenazah bocah misterius yang ditemukan tewas di saluran air samping Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (18/2/2013) sekitar pukul 16.30 WIB. Untuk memastikan kebenarannya, rencananya akan dilakukan tes DNA korban dengan pelapor.
"Memang sudah ada pihak yang melapor di Polda Metro Jaya, dan mengaku kehilangan anaknya saat pergi nonton bola di Senayan beberapa waktu lalu. Tapi kami akan lakukan tes DNA untuk memastikannya," kata Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya, AKBP Helmi Santika, kepada Kompas.com, saat dihubungi, Kamis (28/2/2012).
Menurut Helmi, lantaran bocah tersebut tidak memiliki data sidik jari layaknya orang dewasa, tes DNA terhadap korban dan keluarga yang melapor dari Penjaringan itu perlu dilakukan agar tidak sampai terjadi kesalahan identifikasi. Oleh karenanya, kata Helmi, saat ini polisi belum menyimpulkan dan masih menunggu sampai hasil DNA tersebut keluar dari rumah sakit.
"Jadi belum disimpulkan itu, walaupun ada ibu dan keluarga yang datang di RSCM dan mengakui bahwa ciri-ciri itu seperti anaknya. Tetapi ini kami belum pastikan dulu, karena anaknya masih kecil dan tidak memiliki data sidik jari seperti orang dewasa," ujar Helmi.
Saat ini, kata Helmi, upaya seperti menyebar identitas di berbagai tempat, termasuk menginformasikan melalui media terkait penemuan jenazah tersebut sudah dilakukan pihak kepolisian untuk perkembangan lebih lanjut agar identitas jenazah bocah berusia sekitar 8 tahun itu bisa segera terungkap.
Seperti diberitakan sebelumnya, identitas mayat bocah yang ditemukan di selokan tidak jauh dari Jembatan Semanggi pada Senin (18/2/2013) sekitar pukul 16.30 WIB hampir terungkap. Mayat yang saat pertama kali ditemukan sudah dalam kondisi 12-15 jam pasca kematiannya tersebut untuk sementara diketahui bernama Syahrul, seorang pelajar SD yang beralamat di Penjaringan, Jakarta Utara.
Jenazah bocah malang itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia hanya mengenakan celana dalam berwarna kuning. Polisi saat kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi yang di antaranya tukang ojek di sekitar lokasi penemuan jenazah, pedagang dan sejumlah saksi lainnya. Dari pemeriksaan tersebut saksi-saksi mengaku tidak mengenal korban.

0 komentar:

Posting Komentar