Selasa, 26 Februari 2013

Pengelola Rusun Marunda: Uang Deposit Penghuni Masih Utuh


109iELAWATI
Pengelola Rusun Marunda: Uang Deposit Penghuni Masih Utuh
Pengelola Rusun Marunda: Uang Deposit Penghuni Masih Utuh
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPenghuni Rumah Susun Sewa Marunda, Saidi bersama istri, beristirahat disaat memanggul lemari yang disediakan gratis bagi mereka untuk dibawa ke unit yang mereka tinggali, Jakarta Utara, Jumat (15/2/2013). Secara perlahan, aneka perabotan yang dijanjikan oleh pemprov DKI jakarta bagi korban banjir yang tinggal di rusun itu mulai dipenuhi.


"Kata siapa (uang deposit lenyap)? Semuanya masih ada di Bank DKI, tidak tersentuh," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusun Wilayah I Jakarta Jati Waluyo saat ditemui Kompas.com di Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (26/2/2013).
Jati mengatakan, setiap penghuni yang mengikuti program umum di rusun itu wajib menyetorkan deposit sebagai jaminan. Nilainya sebesar tiga bulan uang sewa atau sekitar Rp 1,2 juta. Uang tersebut bisa digunakan pengelola mana kala penghuni menghadapi kendala untuk membayar sewa rusun.
"Deposit itu memang sengaja di-hold sama bank kalau ditarik melalui ATM. Maksudnya, supaya tidak ditarik seenaknya untuk keperluan di luar sewa rusun," kata Jati.
Menurut Jati, pemberlakuan terhadap rekening dana deposit itu berlaku umum pada berbagai bentuk dana jaminan lain. Dana tersebut baru bisa ditarik kembali saat penghuni rusun memutuskan untuk meninggalkan rusun, itu pun bila tanpa tunggakan pembayaran sewa rusun.
Rumor tentang lenyapnya dana deposit itu mengemuka setelah diberitakan oleh salah satu mediaonline. Ada juga warga yang mengaku pernah mencoba untuk menarik dana simpanannya melalui anjungan tunai mandiri (ATM), ternyata rekeningnya telah diblokir. Warga menduga dana deposit mereka telah disalahgunakan pihak tertentu.
Editor :
Laksono Hari W

0 komentar:

Posting Komentar