Rabu, 27 Februari 2013

JAGA KEBERSIHAN, JANGAN BIARKAN HANDPHONE JADI SARANG BAKTERI INI

Jaga Kebersihan, Jangan Biarkan Handphone Jadi Sarang Bakteri Ini

9G05 ANA FARIDA KURNIA
Jakarta, Handphone sudah menjadi bagian kehidupan sebagian besar orang. Tidak hanya menjadi alat untuk bertukar kabar melalui pesan singkat dan telepon, namun handphone juga sudah menunjang pekerjaan banyak pegawai kantoran. Tanpa disadari pemiliknya, gadget itu berubah menjadi sarang bakteri.

Pakar mikrobiologi molekuler, Simon Park, mengungkap rahasia bakteri yang bersemayam di handphone. Dia bersama mahasiswa dari jurusan mikrobiologi University of Surrey Inggris mengambil sampel bakteri yang bersarang di handphone lalu mengembangkannya di cawan petri selama 3 hari.

"Bakteri dapat menggunakan berbagai macam benda sebagai vektor untuk mengembangkan transmisinya. Serangga, air, makanan, batuk, bersin, kontak seksual, dan hujan hanyalah contoh kecil. Telepon seluler tampaknya tidak terkecuali dalam hal ini," ujar Simon Park.

Hal itu disampaikan Simon dalam tulisan di blognya berjudul 'Mengeksplorasi yang Tak Terlihat', seperti dikutip dari globalnews.ca, Rabu (27/2/2013).

Dalam blognya Simon juga memposting foto-foto bakteri yang bersemayam di smartphone. Beberapa foto bakteri itu terlihat artistik, namun banteri itu bisa jadi adalah kuman pembawa penyakit.

Studi tersebut dilakukan oleh para mahasiswa di laboratorium untuk mengenalkan jenis-jenis bakteri dan manfaatnya. Sebab tidak semua bakteri jahat, namun ada juga yang bermanfaat bagi manusia.

Lalu bakteri yang tumbuh dan berkembang di smart phone, jahat atau baik? Kebanyakan bakteri yang tinggal di handphone adalah bakteri yang tidak berbahaya seperti bakteri Micrococcus. Ditemukan pula bakteri Staphylococcus aureus yang pada kondisi tertentu bisa menyebabkan infeksi.

Staphylococcus aureus diasosiasikan dengan beberapa kondisi patologi, seperti bisul, jerawat, pneumonia, meningitis, dan arthritits. Menurut Simon, keberadaan bakteri tersebut di handphone tidaklah mengejutkan.

"Ini sebenarnya tidak mengherankan karena sekitar 20 persen dari kita memang membawa bakteri ini. Biasanya bakteri ini ditemukan dalam lubang hidung," terang Simon.

Salah satu foto juga menunjukkan adanya Bacillus mycoides. Pertumbuhan bakteri ini di handphone sangat unik. Sebab bakteri ini memiliki habitat di tanah.Keberadaan bakteri ini menunjukkan penggunanya baru saja melakukan kontak dengan tanah.

Simon menggunakan lensa makro dari kamera DSLR-nya untuk mengabadikan penampakan bakteri tersebut sehingga bisa dilihat oleh mata telanjang.

Pada handphone dengan layar sentuh, bakteri bertebaran hampir di semua bagian handphone. Sedangkan di handphone yang bukan layar sentuh, keberadaan bakteri lebih terbatas berada di keyboard.

Mengingat keberadaan banyak bakteri di telepon seluler, tisu antibakteri untuk handphone sepertinya menjadi ide yang baik. Apalagi para peneliti Inggris menemukan bahwa handphone mengaddung bakteri 18 persen lebih banyak ketimbang pegangan flush di toilet pria.

Nah, berikut ini beberapa tips untuk menjaga kebersihan smartphone Anda, seperti dikutip dari Foxnews:

- Gunakan tisu untuk mengusap atau membersihkan handphone.
- Pakailah tisu antibakterti untuk tangan dan wajah.
- Jangan bawa handphone saat pergi ke kamar mandi.
- Jangan lupa mencuci tangan dengan sabun saat akan meninggalkan kamar mandi.

sumber berita : detikhealth.com

0 komentar:

Posting Komentar