Sabtu, 02 Februari 2013

Dampak Jebol Bendungan Wai Ela Melebihi Situ Gintung




9B 07 AYU KARTIKA NINGSIH
Dampak Jebol Bendungan Wai Ela Melebihi Situ GintungKOMPAS/A PONCO ANGGOROAir Sungai Wai Ela di Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Selasa (16/10/2012).
AMBON, KOMPAS.com — Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Muhammad Hasan menegaskan, ancaman jebolnya Bendungan Wai Ela lebih besar dibanding bencana Situ Gintung di Desa Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, yang pernah terjadi beberapa tahun lalu.
Pernyataan ini disampaikan Hasan kepada sejumlah wartawan di sela acara simulasi tanggap bencana jebolnya Bendungan Wai Ela di Desa Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (2/2/2013).
"Ada 16 juta kubik air dan material di dalam Bendungan Wai Ela, sementara Bendungan Situ Gintung hanya 600.000 kubik air. Bahkan, bendungan ini (Wai Ela) terbesar di Asia. Jadi, kalau terjadi bencana, dampaknya akan jauh lebih besar," kata Hasan.
Hasan menjelaskan, dengan kandungan air dan bebatuan yang begitu banyak, kemungkinan jebolnya Bendungan Wai Ela sangat dimungkinkan terjadi sehingga warga harus dapat mewaspadai berbagai kemungkinan buruk yang dapat saja terjadi.
"Ancaman bencana jebolnya Bendungan Wai Ela ini harus dapat diwaspadai dan ini dapat saja terjadi," ungkapnya.
Ia mengemukakan, Bendungan Wai Ela hingga saat ini terus dipantau. Situasinya kini masih terbilang aman. Namun, yang dikhawatirkan saat musim hujan nanti, yang diperkirakan akan berlangsung Mei hingga Juni mendatang, bendungan tersebut jebol.
"Sebisa mungkin sistem pencegahan dini harus dapat dilakukan dan bagaimana sistem evakuasi jika terjadi bencana karena jika hal itu terjadi, hanya membutuhkan 10 menit saja kampung ini bisa tenggelam," ujarnya.
Bendungan Wai Ela ini memiliki luas sekitar 300 meter dan panjang 1.600 meter. Jika benar-benar jebol akan mengancam 4.800 warga Desa Negeri Lima yang hanya berjarak 2 kilometer dari bendungan tersebut.

SUMBER= KOMPAS.COM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar