9D19 LILIS
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono
TERKAIT:
Max: Anas Tak Lagi Punya Otoritas Urusan Internal
Anas: SBY yang Nyatakan Saya Tetap Ketua Umum
Anas: Pakta Integritas Jadi Gerakan Nasional Demokrat
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat Ulil Abshar Abdalla mengatakan, tidak ada dua kubu di Partai Demokrat seperti yang dibicarakan banyak pihak. Demokrat hanya memiliki kubu Susilo Bambang Yudhoyono setelah seluruh pengurus menandatangani pakta integritas.
TERKAIT:
Max: Anas Tak Lagi Punya Otoritas Urusan Internal
Anas: SBY yang Nyatakan Saya Tetap Ketua Umum
Anas: Pakta Integritas Jadi Gerakan Nasional Demokrat
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat Ulil Abshar Abdalla mengatakan, tidak ada dua kubu di Partai Demokrat seperti yang dibicarakan banyak pihak. Demokrat hanya memiliki kubu Susilo Bambang Yudhoyono setelah seluruh pengurus menandatangani pakta integritas.
"Mereka meneken pakta integritas. Artinya, menurut saya, saat ini Demokrat hanya ada satu kubu, kubu SBY," ujarnya seusai diskusi "Pemulihan Partai Demokrat" di Jakarta, Jumat (15/2/2013).
Ulil mengatakan, sebanyak 33 DPD, DPC, maupun anggota fraksi sudah menandatangani pakta integritas. Hal itu menunjukkan, semua pihak sudah tunduk pada otoritas Majelis Tinggi. Ketua Umum Anas Urbaningrum pun menandatangani pakta integritas Demokrat, Kamis (14/2/2013).
"Menurut saya, rumor yang menyangkut Mas Anas tidak mau menandatangani itu selesai. Saya kira Mas Anas sekarang mengikuti proses yang sekarang sudah diletakkan. Mungkin ada keengganan sedikit, itu biasa," ujarnya. Ulil mengatakan, pada dasarnya Anas tunduk pada keputusan partai.
Untuk itu, kata Ulil, saat ini merupakan momen yang tepat untuk mencari sosok baru yang mendampingi Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Artinya semua pihak sudah loyal pada SBY. Menurut saya momen itu harus dipakai SBY untuk memunculkan figur baru karena sudah tidak ada kemungkinan untuk dilawan," kata Ulil.
Anggapan mengenai adanya dua kubu dalam Partai Demokrat semakin terlihat setelah SBY mengambil alih kendali partai dan mengambil wewenang upaya penyelamatan partai. Dalam delapan solusi penyelamatan partai oleh SBY, ia meminta Anas untuk fokus pada dugaan masalah hukum di KPK. Langkah penyelamatan itu pun menanggapi hasil survei SMRC yang menyatakan elektabilitas Partai Demokrat sebesar 8,3 persen.
Ulil mengatakan, sebanyak 33 DPD, DPC, maupun anggota fraksi sudah menandatangani pakta integritas. Hal itu menunjukkan, semua pihak sudah tunduk pada otoritas Majelis Tinggi. Ketua Umum Anas Urbaningrum pun menandatangani pakta integritas Demokrat, Kamis (14/2/2013).
"Menurut saya, rumor yang menyangkut Mas Anas tidak mau menandatangani itu selesai. Saya kira Mas Anas sekarang mengikuti proses yang sekarang sudah diletakkan. Mungkin ada keengganan sedikit, itu biasa," ujarnya. Ulil mengatakan, pada dasarnya Anas tunduk pada keputusan partai.
Untuk itu, kata Ulil, saat ini merupakan momen yang tepat untuk mencari sosok baru yang mendampingi Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Artinya semua pihak sudah loyal pada SBY. Menurut saya momen itu harus dipakai SBY untuk memunculkan figur baru karena sudah tidak ada kemungkinan untuk dilawan," kata Ulil.
Anggapan mengenai adanya dua kubu dalam Partai Demokrat semakin terlihat setelah SBY mengambil alih kendali partai dan mengambil wewenang upaya penyelamatan partai. Dalam delapan solusi penyelamatan partai oleh SBY, ia meminta Anas untuk fokus pada dugaan masalah hukum di KPK. Langkah penyelamatan itu pun menanggapi hasil survei SMRC yang menyatakan elektabilitas Partai Demokrat sebesar 8,3 persen.
Sumber: Kompas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar