Jumat, 15 Februari 2013

Tolak Penangguhan Upah, Buruh Geruduk Kantor Jokowi

Tolak Penangguhan Upah, Buruh Geruduk Kantor Jokowi
Liputan6.com, Jakarta : Sebanyak 200 buruh yang tergabung dalam Federasi Forum Buruh Lintas Pabrik Persatuan Pegerakan Buruh Indonesia mendatangi Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Sabtu (16/2/2013). Para buruh yang didominasi kaum perempuan yang bekerja di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) ini menolak adanya penangguhan kenaikan upah.

Ketua Federasi Forum Buruh Lintas Pabrik Persatuan Pegerakan Buruh Indonesia, Jumisi dalam tuntutannya menyampaikan, kenaikan upah mendapat perlawanan dari pengusaha dan penangguhan upah kini masih diproses oleh Gubernur. "Yang saya lihat pengusaha di KBN Cakung membuat komitmen untuk menunda kenaikan upah kita," ujar Jumisi.

Dia juga menjelaskan, perusahaan memaksa penggalangan tanda tangan dari para buruh. Jika penggalangan tanda tangan sudah memenuhi kuota 70%, maka upaya kenaikan bisa ditunda. "Kami dipaksa untuk menandatangani kontrak di bawah UMP, sampai hari ini kenaikan upah kami masih ditahan," tambah Jumisi.

Selain itu para buruh juga mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk tidak mengeluarkan SK penangguhan upah yang diminta pengusaha. "Penggalangan tandatangan kami akan kami serahkan ke Jokowi, karena sebelumnya kami dipaksa untuk tanda tangan penangguhan upah," kata Jumisi.

Tak hanya itu para buruh juga mengancam akan melakukan sweeping dan demo besar-besaran untuk melumpuhkan KBN Cakung. Selain itu jika tuntutannya tidak dipenuhi para buruh akan melakukan mogok kerja secara besar-besaran pada bulan Maret mendatang.

"Kami akan tunggu sampai tanggal 28 Februari mendatang, untuk turunnya upah yang sesuai dengan UMP. Kalau masih tetap tidak diberikan hak kita, kita akan demo besar-besaran dan sweeping di sekitar KBN sehabis gajian, dan itu di awal Maret," tandasnya.

Saat ini para buruh telah bergerak menuju Balai Kota DKI Jakarta di Jalan Merdeka Selatan, dengan beriringan sambil terus menyanyikan lagu-lagu dan yel-yel buruh. (Han/Mut)

9h 26 Rachmat Hasanudin

0 komentar:

Posting Komentar