Rabu, 27 Februari 2013

Suara Melejit, Rieke Bilang Itu Bukan Semata Efek Jokowi


9I14 IIN INDRIYANI

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka mengaku melejitnya suara untuk pasangan Rieke-Teten karena gelombang semangat perubahan dari Jakarta menular ke Jawa Barat. Tetapi. Rieke tak mau jika banyaknya suara yang ia dapat lantaran faktor "Jokowi's Effect" saja.
"Sampai hari ini kenapa saya tetap optimis karena rakyat ternyata ingin perubahan. Gelombang perubahan rakyat Jakarta menular ke Jawa Barat. Alhamdullah ini yang terjadi," ujar Rieke, di Gedung Kompleks Parlemen, Selasa (26/2/2013). Ia tidak memungkiri bahwa menularnya perubahan itu karena adanya bantuan Jokowi. Tetapi, hal tersebut bukan faktor utama.
Menurut Rieke, karakter Jawa Barat dengan Jakarta berbeda sehingga kesuksesan Jokowi di Jakarta tidak bisa ditarik ke Jawa Barat. "Saya bantu Jokowi saat Pilkada lalu, Jokowi juga bantu. Pengaruh pasti ada, tapi Anda tidak bisa menarik Jakarta ke Jawa Barat. Itu beda," tukas Rieke.
Dalam hitung cepat itu Lingkaran Survei Indonesia (LSI) di Pemilu Gubernur Jawa Barat, pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar unggul dengan perolehan suara 33,14 persen dari total 100 persen suara yang masuk, dengan margin of error plus minus satu persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Secara mengejutkan, hitung cepat mendapatkan pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki menduduki peringkat kedua dengan 27,92 persen, meninggalkan kandidat kuat Dede Yusuf-Lex Laksamana di posisi ketiga dengan 25,23 persen. Sementara pasangan Yance-Tatang ada di urutan empat, dengan 11,81 persen suara. Adapun Dikdik-Toyib mendapatkan 1,89 persen suara.
Namun, hasil hitung cepat PDI Perjuangan menyatakan, keunggulan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar tidak mencapai 30 persen. Bila ini benar, kemungkinan besar Pemilu Gubernur Jawa Barat akan berlangsung dua putaran

SUMBER    ; KOMPAS.COM

0 komentar:

Posting Komentar