Prestasi Gemilang Anak Bangsa
9g37 Tri Ananda Meilany
Keikutsertaan siswa-siswi Indonesia di ajang olimpiade matematika dan sains tingkat dunia dapat dikatakan cukup baru dibandingkan dengan negara yang memiliki akar tradisi keilmuan yang panjang.
Even Internasional Mathematics Olimpiad (IMO) di Sidney, Australia tahun 1988 merupakan awal pendobrak mentalitas. Meski pada even itu Indonesia tidak memperoleh penghargaan namun keikutsertaan mereka merupakan tonggak perkembangan dan eksistensi ilmuwan muda kita. Keikutsertaan pelajar kita yang diikuti dengan peningkatan prestasi semakin menumbuhkan percaya diri.
Pada even IMO Indonesia baru berhasil membawa medali setelah keikutsertaannya yang ke-8 kalinya pada ajang IMO ke-36 di Toronto Kanada. Prestasi terbaik tim IMO Indonesia dipersembahkan oleh Hendra Darmawan yang berhasil meraih medali perak pada IMO ke-39 di Washington DC.
Selain itu, Indonesia mengikuti ajang Olimpiade Informatika Internasional (IOI) tahun 1995 atau pada penyelenggaraan ke-7 even ini. Pada saat itu Indonesia hanya mengirim 1 peserta yaitu Wirawan. Hasilnya Wirawan sukses menyabet medali perak. Hingga keikutsertaannya yang ke-12 di ajang IOI, Indonesia telah mengoleksi 1 emas, 8 perak dan 8 perunggu.
Pertengahan tahun 90-an pelajar dunia mulai diperkenalkan dengan 1 ajang baru, yaitu Olimpiade Astronomi Internasional (IAO). Ajang ini bertujuan membangkitkan imajinasi, kreativitas dan kebebasan berpikir serta mendorong semangat toleransi dan kerjasama. Indonesia mengikuti even ini pada tahun 2003 langsung mendulang 2 perak dan 1 honorable mention. Hingga keikutsertaannya yang ke-4 di ajang IAO, Indonesia telah mengoleksi 1 emas, 6 perak dan 8 perunggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar