9D19 LILIS
Liputan6.com, Jakarta : PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) akan membangun rumah sakit bagi pekerja yang berada di wilayah industri Kawasan Berikat Nusantara. Nilai investasi pembangunan rumah sakit ini mencapai Rp 110 miliar.
Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), Sattar Sabar mengatakan, pembangunan rumah sakit berada di lahan seluas 3,652 meter persegi (m2).
Pembangunan rumah sakit pekerja di Kawasan Berikat Nusantara tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di lokasi yang berada di Kantor Pusat PT Berikat Nusantara Cakung, Cilincing Jakarta Utara.
"Ground breaking akan diresmikan langsung Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Gubernur Joko Widodo," kata Sattar, Jumat (22/2/2013).
Dia menuturkan, pembangunan rumah sakit tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pekerja yang berada di Kawasan tersebut.
Pembangunan rumah sakit pekerja ini merupakan sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khususnya antara PT Berikat Nusantara, Jamsostek, Askes, P Bina Karya, P Nindya Karya, dan PT Indrakarya.
Dia mengungkapkan rumah sakit pekerja Berikat Nusantara berdiri di atas lahan seluas 3.652 m2, dengan luas lahan yang dibangun 1.278 m2. Luas lahan terbukanya 2.374 m2 yang meliputi lahan parkir, jalan dan saluran lansekap rumah.
"Jumlah tempat tidur yang tersedia 184 (kelas 2). Luas bangunan 9.000 m2 dengan 8 lantai," ungkap Sattar.
Menurut dia, perancangan rumah sakit pekerja menggunakan konsep Green Hospital, dengan penekanan kepada penggunaan cahaya alam seoptimal mungkin di segala area.
Hijau lansekap yang membantu proses penyembuhan pasien dan penggunaan sistem ventilasi yang menjadi salah satu usaha untuk pencegahan nosokomial pada rumah sakit. (Pew/Nur)
Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), Sattar Sabar mengatakan, pembangunan rumah sakit berada di lahan seluas 3,652 meter persegi (m2).
Pembangunan rumah sakit pekerja di Kawasan Berikat Nusantara tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di lokasi yang berada di Kantor Pusat PT Berikat Nusantara Cakung, Cilincing Jakarta Utara.
"Ground breaking akan diresmikan langsung Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Gubernur Joko Widodo," kata Sattar, Jumat (22/2/2013).
Dia menuturkan, pembangunan rumah sakit tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pekerja yang berada di Kawasan tersebut.
Pembangunan rumah sakit pekerja ini merupakan sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khususnya antara PT Berikat Nusantara, Jamsostek, Askes, P Bina Karya, P Nindya Karya, dan PT Indrakarya.
Dia mengungkapkan rumah sakit pekerja Berikat Nusantara berdiri di atas lahan seluas 3.652 m2, dengan luas lahan yang dibangun 1.278 m2. Luas lahan terbukanya 2.374 m2 yang meliputi lahan parkir, jalan dan saluran lansekap rumah.
"Jumlah tempat tidur yang tersedia 184 (kelas 2). Luas bangunan 9.000 m2 dengan 8 lantai," ungkap Sattar.
Menurut dia, perancangan rumah sakit pekerja menggunakan konsep Green Hospital, dengan penekanan kepada penggunaan cahaya alam seoptimal mungkin di segala area.
Hijau lansekap yang membantu proses penyembuhan pasien dan penggunaan sistem ventilasi yang menjadi salah satu usaha untuk pencegahan nosokomial pada rumah sakit. (Pew/Nur)
Sumber: Liputan6

Tidak ada komentar:
Posting Komentar