Senin, 04 Februari 2013

Layanan MTR di Hong Kong, Layak Dicontoh

9B33 SAPRUDININGRAT MANGKUREDJO 


MTR (Mass Transit Railway) adalah salah satu alat transportasi di Hong Kong yang menggunakan jalur bawah tanah. Berbeda dengan KCR (Kowloon-Canton Railway) yang menggunakan jalur biasa seperti kereta pada umumnya dan KCR ini hampir mirip dengan MRT di Singapura. Namun demikian, MTR dan KCR memang sangat berbeda dengan kereta yang ada di Indonesia. Untuk yang pernah menginjakan kaki di negeri beton ini, mungkin pernah juga menikmati jasa transportasi MTR, tetapi untuk yang belum, saya akan mencoba sedikit memberi gambaran tentang MTR.

Hong Kong MTR memulai layanan publiknya sejak tahun 1979, tercatat sekitar 2,3 juta penumpang setiap hari (HK Populasi: 6,8 juta, menurut data dari goverment of HK). MTR adalah transportasi umum yang paling populer dan disukai masyarakat di Hong Kong. Termasuk saya sendiri yang suka mabuk kendaraan, alternatif paling aman agar tidak mabuk adalah dengan naik MTR ketika bepergian.


tempat (mesin) memasukan tiket atau men-tap-kan octopus card (dok. pribadi)

Sebelum kita dapat menggunakan jasa MTR, yang pertama harus kita lakukan adalah menuju MTR station (stasiun MTR) yang telah menyebar hampir diberbagai wilayah di Hong Kong. Setelah memasuki stasiun MTR, kita wajib melintasi pintu masuk yang biasanya dibatasi oleh touch octopus card (mesin pembaca) yaitu mesin untuk meng-tap-kan octopus atau dapat juga dengan memasukan tiket. Tiket dapat dibeli di lokasi dengan menggunakan mesin otomatis. Tapi, saya lebih suka menggunakan octopus, lebih praktis dan lebih murah.

Setelah berhasil masuk, kita harus turun melalui eskalator, tangga atau lift yang telah tersedia. Biasanya lift dikhususkan untuk orang-orang tua, orang difabel atau orang yang lebih membutuhkan. Kalau saya lebih suka menggunakan eskalator atau tangga biasa. Ketika menggunakan eskalator, pasti akan terdengar suara dari microphone “please hold the hand rail”, peringatan agar kita tetap berpegangan demi keselamatan dan mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan ketika berada di eskalator.


eskalator menuju ruang bawah tanah (dok. pribadi)
Setelah sampai dibawah, kita dapat melihat jurusan MTR mana yang akan kita pilih. Biasanya ada dua platform MTR yang berlawanan arah. Untuk memastikan tidak salah naik MTR, kita dapat melihat pada papan penunjuk yang ada didekat MTR. Jadi, tak perlu takut akan tersesat karena segala petunjuk telah ada. Namun, jika tetap bingung, kita dapat bertanya pada calon penumpang lain atau pada petugas yang berjaga.


terpampang jalur yang dilalui MTR (dok. pribadi)
Jika MTR telah datang, jangan keburu masuk dulu, beri kesempatan pada para penumpang untuk turun terlebih dahulu dan barulah kita masuk. Namun, kalau telah terdengar peringatan,”Door are closing” usahakan jangan masuk, takut terjepit dipintu MTR. Kita dapat menunggu MTR berikutnya, jangan khawatir akan menunggu lama, biasanya tak lebih dari 5 menit, MTR pasti telah datang lagi. Jadi, tak usah terburu-buru lari ketika memasuki MTR, demi keamanan diri sendiri.


para penumpang memasuki MTR (dok. pribadi)
Ketika memasuki MTR, ada hal yang tidak boleh kita lakukan. Di dalam MTR tidak diperbolehkan merokok, kalau melanggar akan terkena denda HK$5.000. Selain itu, kita juga tidak boleh makan ataupun minum di dalam MTR, bagi yang melanggar akan dikenai denda HK$ 1.500 seperti halnya denda membuang sampah. Biasanya penumpang MTR penuh dan tidak kebagian tempat duduk yang membuat banyak penumpang lain yang berdiri.

Ada juga peraturan agar memberikan tempat duduk pada orang yang lebih membutuhkan, seperti pada orang tua, orang berkebutuhan khusus, wanita hamil dan anak kecil. Tapi hal ini memang masih belum ada peraturan hukumnya, jadi kadang masih ada yang tidak menghiraukan. Namun, setahu saya para penumpang sangat baik dan biasanya mempersilahkan tempat duduknya pada orang yang lebih memerlukan.


suasana di dalam MTR (dok pribadi)
Walaupun kadang sampai berdesakan, tetapi tetap nyaman ketika menaiki MTR. Setiap hari pengguna MTR selalu banyak, tak heran kalau MTR disebut sebagai transportasi paling populer di Hong Kong.

Saya hanya bisa berharap suatu saat nanti di Indonesia juga akan ada layanan transportasi seperti ini. Aman dan nyaman dengan segala fasilitas untuk penumpangnya. Kenyamanan ketika menggunakan jasa transportasi umum merupakan kepuasan para penumpang, jadi semoga pemerintah Indonesia juga dapat lebih memperhatikan tentang segala alat transportasi umum.


suasana di dalam MTR (dok. pribadi)
Apakah Indonesia yang kaya dengan segala kekayaan alamnya mampu mempunyai alat transportasi seperti MTR ini? Hong Kong saja mampu bangkit dari keterpurukan setelah kasus korupsi dan mafia yang menimpa pada tahun 1950-an sampai 1960-an. Bayangkan, kisah korupsi dan mafia di Hong Kong saat itu mirip seperti perang antar mafia pada film-film Hong Kong, tetapi kini mampu bangkit menjadi negara bersih dari korupsi dan termasuk negeri yang makmur. Semoga Indonesia bisa mencontoh Hong Kong, paling tidak dalam pelayanan jasa transportasi umum yang aman dan nyaman untuk warganya.

Sumber: KOMPASIANA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar