Senin, 25 Februari 2013

Kisah Pilu Ian dan Jamhari Saat Duel dengan Perampok Sadis di Ciracas


 9G19 LILIS KHOLISAH

Jakarta - Perampokan sadis di Ciracas, Jakarta Timur, menyisakan kisah pilu bagi Ian, salah seorang warga yang membantu penangkapan pelaku. Sahabatnya, Jamhari, harus meregang nyawa di depan matanya sendiri.

Ian dan Jamhari sempat berduel dengan Deni Saputra, perampok sadis di Ciracas, Jakarta Timur, yang terjatuh dari motor saat berusaha melarikan diri. Awalnya, Ian fokus mengejar pelaku lain yang kabur menggunakan motor Honda Beat. Deni dihadang oleh Kriston dan Yogi, namun keduanya kewalahan menghadapi Deni. Hingga akhirnya Jamari yang baru keluar dari warnet datang membantu.

Jamhari turun tangan karena mendengar suara teriakan maling dari sahabatnya, Ian. Pria yang bekerja sebagai calo bus itu sudah membawa celurit untuk melumpuhkan Deni. Menurut Ian, Jamhari sempat menusuk tulang rusuk kiri Deni, namun perampok itu membalasnya. Jamhari juga ditusuk di bagian perut hingga ususnya terburai.

Saat Jamhari duel dengan Deni, Ian berdiri tak jauh dari lokasi. Bahkan pisau yang menghujam Jamhari juga sempat diarahkan ke Ian, namun ia berhasil mengelak.

"Saya sempat terjatuh ngelak dari celurit, kalau nggak ada Jamhari mungkin saya udah mati," terang Ian saat berbincang dengan detikcom di lokasi kejadian, Senin (25/2/2013).

Melihat sahabatnya tersungkur, Ian pun langsung mengejar Deni. Dia tak langsung menyelamatkan Jamhari karena nafsu ingin menghajar pelaku. Akhirnya, Ian yang memiliki badan besar ini pun memukul Deni dengan tangan kosong. Si perampok yang sudah tertusuk dan dibogem Ian, akhirnya tersungkur. Warga pun datang dan ikut memukuli Deni hingga babak belur.

Bagi Ian, kematian Jamhari sungguh menyesakkan. Mereka sudah bersahabat lama sejak masih remaja. Kini, Jamhari sudah tiada dan meninggalkan istri serta dua anaknya yang masih bersekolah.

"Saya berutang nyawa banget ke dia," cerita Ian sambil menangis.

"Sekarang begitu tahu kejadiannya kaya gini, saya nyesel nggak nolongin teman saya dulu, dia sahabat saya, kita teman tongkrongan," sambungnya.

Ian punya kenangan terakhir bersama Jamhari tak lama sebelum kejadian tersebut. Mereka sempat mengobrol soal banyaknya maling di wilayah Ciracas. Bahkan, Jamhari sempat berkata,"kalau ada maling motor lagi gua abisin, ada lo ada gua, kita duet."

Benar saja, Ian dan Jamhari pun berduet melawan Deni, ketika perampok mengincar motor keluarga Hutagalung sekitar pukul 4 pagi. Sayang, Jamhari harus pergi meninggalkan dunia ini terlebih dulu.

"Dan sekarang doanya kekabul, saya nggak ngerti kenapa orang baik, orang yang sering salat, orang yang banyak amalnya, harus mati duluan. Saya duet terakhir bareng dia, ngejar maling dan dia mati duuan, kenapa bukan saya aja," ujar Ian lirih.

"Saya punya utang nyawa sama dia, saya bakal ngasih apa pun buat keluarganya," kata Ian sambil berjalan menuju ke rumah Jamhari untuk melayat.

Sumber: detikNews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar