9I11 EVON NOVIYANTI
KIAT MENULIS CERPEN
Menulis cerpen dapat dikatakan menuliskan "dongeng" pendek. Artinya, dongeng yang dekat dengan kehidupan nyata dan fantasi pembaca, angan-angan, bahkan mungkin juga impuls atau desakan hati pembaca. Akan tetapi, cerpen juga dituntut mempunyai jiwa yang membuat cerpen itu mempunyai daya pikat. Hal ini diibaratkan dengan kecantikan seorang perempuan yang diukur dari kekuatan pribadi, pancaran kejiwaan selain kecantikan secara fisik. Hal itu dapat dicapai oleh seorang calon pengarang dengan jalan menyiasati teknik-teknik menulis.
Salah satu teknis menulis cerpen adalah merekayasa rangkaian cerita menjadi unik, baru, dan tentu saja tidak ada duanya. Kedengarannya sulit sekali, karena setiap pemula hampir selalu ingin menuliskan kisah cinta sebagai temannya. Memang betul, tidak ada yang baru lagi diatas dunia ini. Akan tetapi, bukankah senantiasa ada perbedaan? Serupa, tetapi tak sama! Entah sudah berapa juta kali orang menulis kisah cinta sejak jaman dahulu kala hingga kini. Namun, selalu saja menarik untuk dibaca. Lalu, dari segi apa yang baru? Kita tentu, masih ingat pelukis (sang maestro) Affandi yang penggal akhir hidupnya, objek lukisannya tak lain dan tak bukan adalah potret dirinya sendiri. Akan tetapi, tiap selasai satu lukisan, meski objeknya sama dengan sebelumnya, tetap merupakan karya yang baru. Sama, tapi tak serupa.
Dari satu objek yang sama, pasti tidak mempunyai satu sudut pandang saja. Kepiawaian pengarang terletak pada kejeliannya menangkap sudut-sudut yang mungkin "tak tampak" oleh kaca mata awam. Suatu peristiwa yang terjadi dialam kenyataan terjadi begitu saja, biasa dan rutin. Bagi seorang pengarang kadang-kadang merupakan sesuatu yang unik dan dapat ditulis menjadi cerpen yang apik dengan bumbu fantasinya
Kiat-kiat menulis cerpen itu diantaranya sebagai berikut:
1.Paragraf Pertama
Judul dan paragraf pertama harus memiliki day tarik karena keduannya adalah "etalase" sebuah cerpen.
2.Mempertimbangkan Pembaca
Mempertimbangkan pembaca dengan membuat tema yang baru, segar, unik, menaruk, dan menyentuh rasa kemanusiaan.
3.Menggali Suasana
Menggali suasana dengan menciptakan latar yang unik, yaitu menciptakan suasan dengan dialog yang diolah dengan imajinasi sehingga dialog menjadi hidup, seakan-akan suatu peristiwa betul-betul terjadi.
4.Kalimat Efektif
Kalimat ditulis dengan kalimat efektif, yaitu kalimatyang bergaya guna yanglangsung memberikan kesan kepada pembaca.
5.Bumbu-bumbu
Cerpen perlu ditambhkan bumbusebagai penghidup suasana. Bumbu dpat berupa unsur seks, kelucuan, dan humor yng segar.
6.Menggerakkan tokoh(karakter)
Dalam cerpen, perlu ada tokoh. Karakter tokoh dijelaskan melalui tindak tanduk.
7.Fokus Cerita
Dalam sebuah cerpen hanya ada satu persoalan pokok yang dinamakan fokus. Persoalan cerita terfokus kedalam suatu persoalan pokok atau masalah pokok.
8.Sentakan Akhir
Cerpen harus diakhiri ketika persoalan dianggap selesai.
9.Menyunting
Penulis cerpen harus melalui tahap penyuntingan. Penyuntingan berarti proses membenahi pekerjaan yang baru saja selesai. Penyuntingan juga berarti memeriksa kesalahan ejaan, kata, kalimat, dan paragraf.
10.Memberi judul
Cerpen harus diberi judul yang menarik karena judul merupakan daya tarik bagi pembaca.
Jadi, sering-seringlah menulis supaya kita menjadi penulis yang hebat dan handal.............
OK,GUYS..................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar