Jokowi Segera Tambah Kamar dan ICU Rumah Sakit di Jakarta
Jokowi Segera Tambah Kamar dan ICU Rumah Sakit di Jakarta
9A21 NUR HAMIDAH PUPANINGRUM
Liputan6.com, Jakarta : Bayi Dera Anggraini meninggal
dunia karena keterbatasan alat yang dimiliki rumah sakit rujukan.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi pun segera memerintahkan
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati untuk menambah
kelengkapan di rumah sakit.
"Jadi yang akan kami lakukan nambah
kamar, ICU, apalagi yang namanya bayi. Bayi itu ICU-nya khusus, namanya
NICU. Itu juga penuh semua kemarin," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta,
Senin (18/2/2013).
Namun, Jokowi mengaku penambahan kamar di
rumah sakit masih menghadapi kendala. "Ini juga terkendala masalah cara
membangun RS yang cepat. Kita akan minta kekhususan karena dibutuhkan
masyarakat. Jadi hanya desain and fit, langsung tambah ruang," kata
Jokowi.
Mengenai kamar yang akan ditambah, mantan Walikota Solo
itu mengaku lupa. "Ada tapi lupa ruangnya, saya lupa. Kalau yang di RSUD
memang bagian kita. Tapi kalau di swasta, kita minta tambah terutama
yang kelas 3," ucap Jokowi.
Menurut Jokowi, ada lonjakan tagihan
hingga 70% yang menyebabkan kamar ICU di rumah sakit penuh. Meskipun
begitu, Jokowi mengklaim jika program Kartu Jakarta Sehat yang
diusungnya tetap berjalan, hanya saja faktor pendukungnya yang belum
maksimal.
"Artinya sistem Jakarta Sehat itu berjalan, tapi
kondisi RS-nya yang belum memungkinkan menerima pasien, pendukung di RS
itu belum siap 100%. Lalu apakah Kartu Jakarta Sehat tidak dijalankan?
70% dibiarin? Kan enggak gitu. Sistem jalan, tapi pendukungnya ini juga
harus dikejar agar ini cepat," tutur Jokowi.
"Lah kalau Jakarta
Sehatnya tidak dikeluarkan, berarti ada 70% itu kurang berapa ratus ribu
per bulan yang harus menanggung sakit hanya di rumah, kan enggak bisa,
sudah betul. Tapi kalau ada satu-dua kasus, ini kita selesaikan dengan
keputusan lapangan," imbuh Jokowi. (Ndy)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar