Jumat, 22 Februari 2013

Insiden di Papua Mengusik Perdamaian


 9G33 SAMINA




JAKARTA– Penembakan terhadap anggota TNI di dua lokasi berbeda di Papua, Kamis (21/2), merupakan usaha menghalangi serta menggagalkan upaya perdamaian di kawasan tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Politik,Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto mengatakan, pemerintah memandang insiden penembakan tersebut sebagai sabotase berbahaya yang ditujukan secara sengaja untuk mengganggu perdamaian yang tengah diupayakan di Papua.

“Pemerintah sekali lagi menegaskan tak ada aksi kekerasan apa pun yang bisa menggeser komitmen kami akan kesejahteraan dan perdamaian abadi di Papua,” ungkap Djoko kemarin. Pemerintah memilih untuk terus mengedepankan upayaupaya damai dan jujur serta menjauhi langkah kekerasan. ”Pendekatan perekonomian dan kesejahteraan melalui otonomi khusus harus terus diupayakan dan dilaksanakan semaksimal mungkin.”

Djoko menjelaskan, pemerintah tidak akan menambah jumlah pasukan di Papua atau meningkatkan status Papua menjadi siaga. Sementara itu,Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan serangan yang diterima TNI bersifat taktis. Karenanya, secara operasional Mabes TNI juga akan merespons secara taktis. “Tindakan taktis itu adalah mencari, menemukan, dan menghancurkan,” ujarnya di Jakarta kemarin.

TNI juga akan terus menelusuri motif di balik penyerangan ini.Termasuk kemungkinan balas dendam. Sebagai catatan, anak Goliat Tabuni tewas dalam aksi baku tembak dengan pasukan TNI dari Yonif 753 Nabire pada 5 Januari 2012 lalu.“Kemungkinan lain,tidak suka keberhasilan TNI di sana,” ujar Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Agus juga mengatakan ada kelompok yang memiliki motif berbeda dalam melakukan serangan kepada penduduk dan pasukan TNI/Polri. Dari Markas Besar Polri, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto memaparkan, korban tewas insiden terdata 12 orang. Selain 8 anggota TNI, 4 lainnya adalah warga sipil.

Sebelumnya dikabarkan total korban berjumlah 10 . Kamis (21/2) pagi WIT, 8 anggota TNI tewas setelah diberondong peluru di 2 lokasi berbeda; Tingginambut yang diduga didalangi Goliat Tabuni dan di Sinak yang diduga dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Murib.

Pascainsiden penembakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempersingkat kunjungan ke Jawa Tengah untuk melakukan rapat terbatas mengenai kondisi Papua. Kepada jajaran terkait,Presiden menginstruksikan agar prajurit TNI dan Polri menjalankan tugas untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan melindungi rakyat.

Untuk melakukan tindakan di Papua, Presiden meminta TNI dan Polri menghormati hak asasi manusia (HAM).“Kejadian di Papua sangat mengganggu, oleh karena itu negara harus mengambil langkah yang cepat dan tepat,”tegas Presiden.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR Helmy Fauzi dan Susaningtyas Kertopati menilai Badan Intelijen Negara (BIN), Baintelkam, dan Bais TNI harus lebih proaktif dalam memberi masukan mengenai permasalahan keamanan di Papua. “Permasalahan Papua ada koneksi dengan kekuatan di luar negeri. Jangan sampai ditangani di internasional,” tegas Helmy.

Ketua DPD Irman Gusman menyatakan pemerintah harus merespons secara lebih nyata permasalahan yang terjadi di Papua.“Fokus utama dari evaluasi itu haruslah menyentuh akar permasalahan Papua yang telah terjadi sejak berpuluh- puluh tahun yang lalu,” ujar Irman.


SUMBER : SEPUTAR INDONESIA http://www.seputar-indonesia.com/news/insiden-di-papua-mengusik-perdamaian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar