Kamis, 14 Februari 2013

Dominasi smartphone, perlahan 'bunuh' ponsel

9F18 LUCKY FAZRIYANI

Korban atas suatu kemajuan memang kerap terjadi di mana-mana, bahkan dalam dunia teknologi sekalipun. Dengan maju pesatnya smartphone dan tablet, pasaran ponsel harus menjadi imbasnya.

Di tahun 2011 lalu, sekitar 428 juta perangkat ponsel terjual dan market share mobile secara global meningkat sebanyak 19%. Gartner, sebuah perusahaan peneliti dan penasehat dalam bidang teknologi, pernah menganalisa bahwa Nokia adalah brand pemroduksi ponsel paling populer secara global (Gartner.Mei-2011).

Walaupun perangkat Android dan iOS sudah menunjukkan geliatnya, namun pada saat itu bisnis perangkat handset atau ponsel masih cukup menjanjikan.

Namun, mendekati tutup tahun 2011 dan masuk ke 2012, lonjakan dan permintaan akan smartphone mengalahkan perangkat handset. Di pertengahan tahun 2012 (Engadget.Agustus-2012), pasaran ponsel turun sebesar 2,3%.

Pasaran smartphone naik dan Samsung tidak tergoyahkan dalam singgasana dunia mobile. Dominasi smartphone atas ponsel di dunia mobile semakin terlihat ketika mendekati akhir tahun 2012.

Secara keseluruhan, Gartner memberikan analisanya bahwa perangkat Android naik dari 52,5% di Q3 2011 menjadi 72,4% di Q3 2012. 
Antara (13/02) melansir bahwa penjualan telepon genggam atau ponsel di seluruh dunia telah jatuh karena dominasi smartphone. "Kondisi ekonomi yang sulit, pergeseran preferensi konsumen, dan persaingan yang ketat melemahkan pasar ponsel di seluruh dunia," kata analis dari Gartner, Anshul Gupta.

Bahkan saat ini, vendor-vendor yang semula memproduksi ponsel telah beralih dan mengikuti perputaran arus yang sedang naik. Seperti contohnya Nokia terkesan sudah fokus dalam penggarapan seri Lumia yang menggunakan operating system Windows Phone 8 atau juga Samsung, Sony, LG dan beberapa vendor terkenal lainnya.

Mungkin, dalam beberapa tahun ke depan, ponsel sudah menjadi satu barang langka dan akan bernasib sama halnya perangkat telekomunikasi sejenis lain seperti pager atau juga telepon PSTN?

sumber: MERDEKA.COM

0 komentar:

Posting Komentar