Kamis, 14 Februari 2013

BANK DUNIA TAWARKAN HUTANG Rp 2,3 TRILIUN UNTUK LISTRIK TENAGA MATAHARI DI RI

9E14 KHALEDA HADINI

Bank Dunia tertarik menggarap proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia. Lembaga multilateral ini bersedia memberikan utang US$ 250 juta atau Rp 2,3 triliun.

Hal itu diungkapkan Direktur Operasional Indonesia Timur PT PLN Vickner Sinaga usai acara malam keakraban PLN wilayah Indonesia Timur, di Hotel Nirmala Beach, Biak, Papua Barat, Kamis (14/2/2013) malam.Proyek PLTS yang digarap adalah bagian dari PLTS 1.000 Pulau. Bank Dunia sudah meneken nota kesepahaman atau MoU untuk ini. "Sekitar 300-400 (proyek PLTS)," imbuh. Vickner.Kebanyakan PLTS itu adalah untuk Indonesia Timur. Sekarang, proyek-proyek itu sedang dalam proses tender.Sedangkan untuk PLTS 100 Pulau, bagian dari PLTS 1.000 Pulau yang khusus untuk Indonesia Timur, tahun ini ditargetkan kelar 80 PLTS.Rp 4,3 T untuk Indonesia TimurSedangkan Kepala Divisi Distribusi dan Pelayanan Pelanggan PLN Indonesia Timur Wirabumi Kaluti mengatakan, investasi PLN di Indonesia Timur tahun ini mencapai Rp 4,3 Triliun."Investasi Rp 2,6 Triliun di antaranya untuk penyambungan pelanggan. Target 1 juta pelanggan di tahun ini," ungkapnya.Khusus untuk Papua, imbuhnya, berapapun yang diminta akan dikasih.


SUMBER:WWW.DETIK.COM

0 komentar:

Posting Komentar