Rabu, 13 Februari 2013

Banjir lahar dingin Merapi kembali terjadi

Ilustrasi (istimewa)

9G19 LILIS KHOLISAH

Sindonews.com - Relawan dari Forum Peduli Bumi (FPB) yang memantau Daerah aliran Sungai (DAS) Merapi di wilayah Sleman, kembali mendapati aliran lahar dingin Merapi terjadi di Sungai Gendol.

Sementara, lahar dingin yang terjadi kemarin petang membuat satu awak truk yang menambang pasir di DAS Merapi hingga kini belum ditemukan.
Relawan dari Forum Peduli Bumi (FPB), Dhani Ahmad, yang terus melakukan pantauan di lapanga mengatakan, satu awak truk (sopir) diketahui hilang dari malam kemarin.

"Apakah hilang terseret aliran banjir, atau sudah lari ke tempat yang aman, belum diketahui," kata dia, Rabu (13/2/13) pagi tadi.



Sebagaimana yang diketahui, pada Selasa 12 Februari 2013 sekira pukul 15.00 WIB kemarin, telah terjadi banjir lahar dingin di Sungai Gendol, wilayah Dusun Manggong, Kepuharjo, Cangkringan. 

Truk-truk penambang pasir yang masih ada di dalam aliran sungai saat terjadinya aliran, sedang mengantre di jalur truk untuk mencari tempat aman. Namun, beberapa truk tidak sempat menyelamatkan diri.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Heru Saptono mengatakan, banjir lahar dingin tersebut menyebabkan dua orang awak truk diketahui terseret lahar dingin.

Satu orang berhasil diselamatkan, bernama Dodi Subardi (45) warga Saban, Gubug, Purwodadi, Grobogan, yang langsung dilarikan ke RS Panti Nugroho, Pakem.

Sementara, satu lainnya ditemukan meninggal dunia atas nama Sukirman alias jendil (45) warga Mintreng, Gubug, Demak, langsung dibawa ke RSUP Sardjito, Yogyakarta.


"Saat ini kami masih dilakukan pencarian keberadaan satu awak truk, apakah ikut terseret lahar dingin atau pergi ke tempat yang aman," pungkasnya.


Sumber: SINDOnews.com

0 komentar:

Posting Komentar