Sabtu, 16 Februari 2013

Banjir Besar Mengancam, Warga Bojonegoro EVakuasi Harta Benda


9F22 NOORHAYATI

Bojonegoro - Banjir kiriman dari hulu kembali menghantui warga yang tinggal di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro. Malam ini luapan Bengawan Solo sudah hampir merata di permukiman penduduk.

Tepat pukul 21.00 wib, Sabtu(16/2/2013), ketinggian air terus merangkak naik. Status Siaga III ditetapkan karena papan duga telah menyentuh angka 15.00 pielschall. 

Di beberapa titik pemukiman warga diantaranya di Kelurahan Jetak, Banjarjo, Mulyo Agung, Ledok Wetan, Ledok Kulon sudah kebanjiran. Ketinggian air berkisar 30-50 cm.

Luapan Bengawan Solo yang sudah mengkhawatirkan itu memicu Bupati Suyoto meninjau lokasi banjir di Kelurahan Jetak, Kecamatan Bojonegoro Kota.

Politisi PAN ini mengimbau kepada warga untuk selalu waspada. Bahkan Suyoto juga mengintruksikan kepada warga dan pemerintah desa hingga Kabupaten untuk siaga pada malam ini. Karena diperkirakan ketinggian air akan menyentuh level ekstrim pada tengah malam.

"Jika nanti diperkirakan pada kondisi ekstrim, semua tanggul terluar harus ditutup dengan kayu dan kantong pasir," Suyoto saat dikonfirmasi detiksurabaya.com seolah tak ingin Bojonegoro seperti pada akhir tahun 2007 silam.

Sementara itu, warga di beberapa kelurahan telah melakukan evakuasi harta benda termasuk hewan ternaknya ke lokasi yang lebih tinggi dan dirasa aman.

Banjir terbesar di Bojonegoro memang pernah terjadi pada akhir 2007. Hampir dua pekan, kabupaten yang terkenal dengan ladang minyak buminya ini lumpuh karena banjir menerjang dalam kota.

Saat itu, pintu-pintu tanggul jebol dan sengaja dibuka oleh warga yang kampungnya nyaris ditenggelamkan luapan Bengawan Solo. Hampir semua jalan protokol tenggelam. Daerah yang aman saat itu adalah alun-alun dan pendopo kabupaten. 

Bahkan, untuk mendistribusikan bantuan makanan ke desa-desa terpaksa menggunakan helikopter dikarenakan akses terputus semua.
(fat/fat) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar