9G33 SAMINA
LUBUK PAKAM – Teka-teki pembunuh Selo Alviano Nababan, bocah berusia empat tahun yang ditemukan tewas dalam karung goni setelah diculik di Dusun VII Gang Matung Desa Pagar Jati, Lubuk Pakam, Deliserdang, Sumatera Utara, akhirnya terungkap.
Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengatakan, pembunuhnya Santi Magdalena boru Manurung,39,saudara dan tetangganya sendiri. Polisi akan mengembangkan penyelidikan dengan mendalami dan memeriksa keterlibatan suaminya,AS, 40.“Pelakunya tetangga korban sendiri,” kata Wisjnu di Polres Deliserdang kemarin.
Kapolres Deliserdang AKBP Dicky Patrianegara mengatakan pelaku merasa sakit hati dan dendam kepada ibu korban, Kasma boru Manurung. Dalam pemeriksaan awal terhadap tersangka tercatat tidak ada niat pelaku membunuh korban. “Tapi caranya dengan melakban mulut membuat korban meninggal dunia,” tuturnya.
Santi mengatakan, penculikan Selo pada Minggu (16/2) dengan meminta tebusan Rp2 miliar bukan dilatarbelakangi perkara utang. “Pada saat dia (Selo) jaga anakku,di situ saya lakban dan ikat, lalu dimasukkan ke kamar belakang di bawah tempat tidur,”ucapnya. Setelah korban disekap, pelaku baru menyadari korban telah tidak bernyawa lagi pada Selasa (19/2) sore.
Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengatakan, pembunuhnya Santi Magdalena boru Manurung,39,saudara dan tetangganya sendiri. Polisi akan mengembangkan penyelidikan dengan mendalami dan memeriksa keterlibatan suaminya,AS, 40.“Pelakunya tetangga korban sendiri,” kata Wisjnu di Polres Deliserdang kemarin.
Kapolres Deliserdang AKBP Dicky Patrianegara mengatakan pelaku merasa sakit hati dan dendam kepada ibu korban, Kasma boru Manurung. Dalam pemeriksaan awal terhadap tersangka tercatat tidak ada niat pelaku membunuh korban. “Tapi caranya dengan melakban mulut membuat korban meninggal dunia,” tuturnya.
Santi mengatakan, penculikan Selo pada Minggu (16/2) dengan meminta tebusan Rp2 miliar bukan dilatarbelakangi perkara utang. “Pada saat dia (Selo) jaga anakku,di situ saya lakban dan ikat, lalu dimasukkan ke kamar belakang di bawah tempat tidur,”ucapnya. Setelah korban disekap, pelaku baru menyadari korban telah tidak bernyawa lagi pada Selasa (19/2) sore.
SUMBER :SEPUTAR INDONESIAhttp://www.seputar-indonesia.com/news/balita-dibunuh-pelaku-sakit-hati-diolok-olok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar