9C21 Linda Purnama Sari
Bali Jadi Provinsi Percontohan Pengembangan Energi Surya
Minggu, 17 Februari 2013 12:13 wib

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, Provinsi Bali akan menjadi contoh pengembangan energi surya. Dari 2 hektare (ha) tanah yang digunakan untuk mengembangkan energi surya akan menghasilkan listrik sebanyak 1 megawatt (mw).
"Penggunaan tenaga surya sebagai sumber energi sangatlah mudah diperoleh, energi matahari akan datang dengan sendirinya," ujar Jero saat menghadiri diskusi panel bertema “Jurus Alternatif Penghematan Konsumsi BBM”, di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Minggu (17/2/2013).
Jero menambahkan, sedangkan sumber energi lain seperti batu bara membutuhkan proses yang sulit dan membutuhkan alat angkut untuk menggunakannya. "Kalau batubara kita harus angkut, kalau matahari matahari yang datang, tuhan sudah memberikan kita yang memanfaatkan," tambahnya.
Lanjut Jero menjelaskan, energi matahari tidak akan habis hingga hari kiamat tiba, dibandingkan dengan sumber energi yang berasal dari bahan fosil akan habis jika digunakan secara terus menerus. "Matahari tidak akan berhenti bersinar kecuali kiamat, kita negara yang kaya dengan matahari," kata Jero.
Dengan adanya proyek percontohan pengembangan energi surya di Bali, Jero mengajak semua kalangan untuk mengembangkan energi surya sebagai sumber energi listrik. "Saya akan umumkan siapa yang akan membuat tenaga matahari lihatlah di Bali. Tapi setelah pulang buatlah PLTS juga di daerah lain," pungkasnya.
Sebagai informasi saja, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bali akan diresmikan pada tanggal 19 Februari mendatang, dengan diresmikannya PLTS tersebut akan dijadikan contoh pengembangan energi Surya di Indonesia dengan sumber energi matahari yang besar, menghasilkan listrik 1 mw dengan luas lahan 2 ha.
"Penggunaan tenaga surya sebagai sumber energi sangatlah mudah diperoleh, energi matahari akan datang dengan sendirinya," ujar Jero saat menghadiri diskusi panel bertema “Jurus Alternatif Penghematan Konsumsi BBM”, di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Minggu (17/2/2013).
Jero menambahkan, sedangkan sumber energi lain seperti batu bara membutuhkan proses yang sulit dan membutuhkan alat angkut untuk menggunakannya. "Kalau batubara kita harus angkut, kalau matahari matahari yang datang, tuhan sudah memberikan kita yang memanfaatkan," tambahnya.
Lanjut Jero menjelaskan, energi matahari tidak akan habis hingga hari kiamat tiba, dibandingkan dengan sumber energi yang berasal dari bahan fosil akan habis jika digunakan secara terus menerus. "Matahari tidak akan berhenti bersinar kecuali kiamat, kita negara yang kaya dengan matahari," kata Jero.
Dengan adanya proyek percontohan pengembangan energi surya di Bali, Jero mengajak semua kalangan untuk mengembangkan energi surya sebagai sumber energi listrik. "Saya akan umumkan siapa yang akan membuat tenaga matahari lihatlah di Bali. Tapi setelah pulang buatlah PLTS juga di daerah lain," pungkasnya.
Sebagai informasi saja, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bali akan diresmikan pada tanggal 19 Februari mendatang, dengan diresmikannya PLTS tersebut akan dijadikan contoh pengembangan energi Surya di Indonesia dengan sumber energi matahari yang besar, menghasilkan listrik 1 mw dengan luas lahan 2 ha.
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/02/17/19/762987/bali-jadi-provinsi-percontohan-pengembangan-energi-surya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar