Selasa, 26 Februari 2013

4 SEKAWAN ARTIS PENOMENAL DARI 9D

9D08 DWI.INDRA.MEILIAWATI




4 SEKAWAN ARTIS PENOMENAL DARI 9D

         Pada hari selasa,tanggal 26 februari 2013. Pada saat KBM di mulai dan pada saat pelajaran IPS, 
Bapak.Casmana S.Pd,jam ke 3,anak-anak kelas 9D yaitu yang biasa di juluki 4 Sekawan di antaranya,
Fakturozi,Sunandi,Kustadi,dan Moh. Fuadin. Bapak.Casmana S.Pd masuk kelas 9D,mereka yang dijuluki 4 Sekawan keluar kelas tanpa izin kepada KS atau Wakil KS 9D.
          Waktu Bapak.Casmana S.Pd masuk dan akan mengajar , Bapak Casmana melihat banyak bangku yang kosong di sebelah kiri dekat dengan jendela. Dan Bapak Casmana mengatakan kepada anak-anak 9D. "Pada kemana semua anak-anaknya?keluar tah?".Dan anak-anak menjawab "Iya pa,pada keluar kelas pa!. 
         Akhirnya, Bapak Ikhya dan Bapak Casmana memberi hukuman pada mereka berempat,hukumannya berupa disuruh berdiri didepan ruang guru dan guru-guru serentak memarahi mereka,karena mereka sudah berbuat salah pada jam KBM. Dan disuruh membersihkan musholla sekolah,yang biasa digunakan sholat untuk siswa-siswi dan guru-guru SMPN1Gegesik. 
           Guru memberi hukuman seperti itu agar murid yang belum punya kesadaran menjadi sadar,tidak akan mengulanginya lagi. Tapi berbeda dengan anak berempat ini mereka malah menjadi-jadi dan perilakunya bertambah nakal. Wali kelas 9d,sudah sabar dalam menghadapi perilaku anak berempat itu. Mereka berempat sudah terkenal di SMPN 1 Gegesik,terkenal dengan perilaku mereka yang sering membuat kekacauan di kelas maupun di lingkungan sekolah. Guru sudah berkali-kali memberikan sanksi pada mereka,tapi hasilnya nol. Karena tidak ada perubahan sama sekali.
            Dan waktu mereka sudah di bolehkan kembali belajar atau di bebaskan dari hukuman,pada saat jam   istirahat ke-2 mereka iseng menulis-nulis di whiteboard dengan kata-kata yang tidak sepantasnya di tulis oleh seorang siswa pelajar. Mereka menulis seperti itu karena mereka jengkel karena telah di permalukan di depan guru-guru. Tapi, mereka belum mengerti-mengerti juga bahwa guru melakukan seperti itu karena ada sebabnya,guru tidak akan menghukum muridnya tanpa sebab dan kesalahan.






SUMBER ; DWI INDRA M

0 komentar:

Posting Komentar